Ia menegaskan bahwa manusia tidak butuh kitab suci untuk menjadi baik. Moralitas, menurutnya, berasal dari empati dan konsensus sosial. Fenomena God Delusion di Indonesia
Dawkins berpendapat bahwa Tuhan, jika ada, haruslah entitas yang sangat kompleks. Secara statistik, sesuatu yang kompleks lebih tidak mungkin muncul secara tiba-tiba dibandingkan sesuatu yang sederhana. Oleh karena itu, keberadaan Tuhan secara ilmiah sangat tidak mungkin.
Dalam buku ini, Dawkins berargumen bahwa keberadaan pencipta supranatural, atau Tuhan, adalah sebuah hipotesis ilmiah yang memiliki probabilitas sangat rendah untuk menjadi benar. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi: god delusion bahasa indonesia pdf
He tried a different combination of search terms, adding file-sharing site names and academic databases.
Di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, penerbitan buku yang secara eksplisit menyerang konsep ketuhanan adalah sebuah keputusan yang sangat berisiko. Pada tahun 2008, The Jakarta Post melaporkan bahwa beberapa penerbit besar tanah air, seperti Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), sebenarnya telah mempertimbangkan untuk menerjemahkan buku ini, tetapi akhirnya memutuskan untuk karena menganggapnya "terlalu provokatif". Penerbit Serambi juga mengakui bahwa publik Indonesia dianggap "belum siap" menerima buku yang begitu ofensif, dan mereka khawatir orang akan menolak membacanya karena prasangka yang sudah terbentuk sebelumnya. Ia menegaskan bahwa manusia tidak butuh kitab suci
Jika Anda ingin mendalami topik ini lebih lanjut, beri tahu saya:
Meskipun demikian, keinginan untuk membaca buku ini dalam bahasa Indonesia ternyata sangat besar. Pasar buku daring (online marketplace) seperti Tokopedia dan Bukalapak menjadi saksi bisu tingginya permintaan ini. Beberapa penjual menawarkan buku dengan berbagai penerbit, seperti Banana dan Globalindo. Secara statistik, sesuatu yang kompleks lebih tidak mungkin
The God Delusion (Indonesian title: Delusi Tuhan ) is a highly influential and controversial non-fiction book published in 2006 by British evolutionary biologist Richard Dawkins